Pengertian
dan sejarah remote log in
Remote login
adalah salah satu layanan internet yang memungkinkan seorang pengguna internet
untuk mengakses (login) ke sebuah remote host dalam lingkungan jaringan
internet. Dengan memanfaatkan remote login, seorang user dapat mengoperasikan
sebuah host dari jarak jauh tanpa harus secara fisik berhadapan dengan host.
Dari sana, user dapat melakukan pemeliharaan / maintenance, menjalankan sebuah
program, atau bahkan menginstall program baru di remote host.
Penggunaan
Penggunaan remote login umumnya
digunakan oleh administrator dalam suatu jaringan. Dengan adanya layanan remote
login, seorang administrator sistem jaringan dapat terus memegang kendali atas
masing- masing komputer di dalam jaringan, tanpa harus mengaksesnya secara
fisik. Layanan remote login juga memungkinkan seorang administrator menjaga
stabilitas dan menyingkirkan bahaya dari luar di dalam suatu sistem jaringan.
Protokol
Protokol yang umum digunakan untuk
keperluan remote Login adalah TelNet. Namun Remote login melalui TelNet lebih memiliki
resiko dari maraknya kejahatan di dunia maya (cybercrime). Dengan mengamati
lalulintas data dari penggunaan TelNet, para cracker dapat mengumpulkan
informasi- informasi mengenai sebuah host maupun remote host. Cracker juga
dapat mencuri data- penting berupa login name dan password, sehingga seorang
cracker dapat dengan mudah mengambil alih host. Untuk menanggulanginya, maka
dikembangkan protokol SSH (secure shell) untuk menggantikan TelNet. Dengan SSH,
informasi yang dikirimkan antar host akan dienkripsi dan menyulitkan cracker
untuk menyadap informasi yang dikirimkan.
Remote Login
Layanan remote login mengacu pada program atau
protokol yang menyediakan fungsi yang memungkinkan seorang pengguna internet
untuk mengakses (login) ke sebuah terminal (remote host) dalam lingkungan
jaringan internet. Dengan memanfaatkan remote login, seorang pengguna internet
dapat mengoperasikan sebuah host dari jarak jauh tanpa harus secara fisik
berhadapan dengan host bersangkutan. Dari sana ia dapat melakukan pemeliharaan
(maintenance), menjalankan sebuah program atau malahan menginstall program baru
di remote host.
Protokol yang umum digunakan untuk keperluan remote
login adalah Telnet (Telecommunications Network). Telnet dikembangkan sebagai
suatu metode yang memungkinkan sebuah terminal mengakses resource milik
terminal lainnya (termasuk hard disk dan program-program yang terinstall
didalamnya) dengan cara membangun link melalui saluran komunikasi yang ada,
seperti modem atau network adapter. Dalam hal ini, protokol Telnet harus mampu
menjembatani perbedaan antar terminal, seperti tipe komputer maupun sistem
operasi yang digunakan.
Aplikasi Telnet umumnya digunakan oleh pengguna teknis
di internet. Dengan memanfaatkan Telnet, seorang administrator sistem dapat
terus memegang kendali atas sistem yang ia operasikan tanpa harus mengakses
sistem secara fisik, bahkan tanpa terkendala oleh batasan geografis.
Namun demikian, penggunaan remote login, khususnya
Telnet, sebenarnya mengandung resiko, terutama dari tangan-tangan jahil yang
banyak berkeliaran di internet. Dengan memonitor lalu lintas data dari
penggunaan Telnet, para cracker dapat memperoleh banyak informasi dari sebuah
host, dan bahkan mencuri data-data penting sepert login name dan password untuk
mengakses ke sebuah host. Kalau sudah begini, mudah saja bagi mereka-mereka ini
untuk mengambil alih sebuah host. Untuk memperkecil resiko ini, maka telah
dikembangkan protokol SSH (secure shell) untuk menggantikan Telnet dalam
melakukan remote login. Dengan memanfaatkan SSH, maka paket data antar host
akan dienkripsi (diacak) sehingga apabila "disadap" tidak akan
menghasilkan informasi yang berarti bagi pelakunya.
Sejarah
Remote login terjadi ketika seorang
pengguna terhubung ke Internet untuk menggunakan host-nya asli pengguna. In the
1970s and early 1980s, text-oriented terminals were the predominate tools for
computer users. Protocols such as TELNET and RLOGIN were developed for terminal
users to use their terminals as if they were directly connected to a remote
system. UN*X systems, with their predominately terminal-oriented interface,
still make heavy use of these protocols. Pada tahun 1970-an dan awal tahun
1980-an, teks berorientasi terminal adalah alat untuk menguasai komputer user.
Protokol seperti Telnet dan RLOGIN dikembangkan terminal pengguna untuk
menggunakan terminal sebagai jika mereka langsung terhubung ke sistem remote. *
X sistem PBB, predominately dengan terminal berorientasi antarmuka, membuat
berat masih menggunakan protokol ini.
In the late 1980s, as graphical, window-oriented user
interfaces became popular, protocols were developed to allow remote windowing
operations, much as earlier protocols allowed remote terminal operations.
Although conceptually similar, the operation of such windowing protocols is
markedly different, and they are not discussed here. Pada akhir tahun 1980-an,
seperti grafis, jendela berorientasi user interface menjadi populer, protokol
dikembangkan untuk memungkinkan jauh windowing operasi, protokol sebelumnya
sebesar diizinkan jauh terminal operasi. Walaupun konseptual serupa,
pengoperasian seperti windowing protokol yang berbeda ciri, dan mereka tidak
dibahas di sini. See Windowing Systems for more information. Lihat Sistem
Windowing untuk informasi lebih lanjut.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar